Sabtu, 26 Maret 2016 07:37

Kementan Targetkan Harga Daging Sapi Turun

Written by
Rate this item
(0 votes)

Kementerian Pertanian menargetkan turunnya harga daging sapi hingga mencapai harga Rp 85.000 per kilogram, salah satu cara dengan memotong jalur distribusi dan mekanisme pasar sehingga harga daging sapi yang masih ada di atas Rp 100.000 per kg secara bertahap dapat berkurang.

 

Usaha yang dilakukan pemerintah untuk menekan harga daging sapi yakni dengan adanya kapal ternak KM Camara Nusantara I yang rutin bolak-balik Kupang-Jakarta membawa sapi sebanyak 500 ekor dalam sekali jalan, 2 (dua) kali sebulan.

 

Sebanyak 400 ekor sapi lokal asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diangkut dengan menggunakan kapal khusus ternak Camara Nusantara I dan baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara kemarin.

 

“Syukurlah pengapalan keempat sudah tiba. Tahun depan ada tujuh unit kapal ternak lainnya yang sudah kita pesan melalui Kementerian Perhubungan bisa segera selesai, kalau sudah selesai semua bertahap, nanti satu kali dalam dua hari ada satu kapal sapi di Jakarta. Ini yang akan ubah struktur pasar di Jakarta,” ungkap Mentan Amran, yang dikutip dalam laman infopublik.id, Senin (22/2).

 

Amran mengatakan bahwa dengan dua kali pengiriman rutin dalam sebulan saja, pihaknya sudah memenuhi 8 persen dari total kebutuhan sapi yang masuk ke rumah potong di Jakarta. Dulunya sapi lokal yang penuhi kebutuhan Jakarta hanya 3 persen, sekarang naik 8 persen atau meningkat dua kali lipat. Secara bertahap, supply chain sapi lokal dari NTT terlalu panjang, dan pengangkutannya hampir setengah bulan, tetapi dengan ini akan hanya lima hari saja. Biaya angkutnya sebelumnya adalah Rp 1,8 juta, sekarang Rp 350 ribu.

 

Amran menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai perusahaan BUMN dan BUMD yang bergerak di bidang penyediaan pasokan sapi untuk menyediakan stok sebanyak mungkin untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.

 

Dengan perjalanan yang hanya menempuh 6 (enam) hari dari NTT, maka ongkos pengiriman sapi dan penyusutan dapat ditekan seminimal mungkin dan bobot sapi yang biasanya berkurang 20-30 persen dengan ongkos Rp1,8 juta karena membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan perjalanan.

 

Sekarang ongkos perjalanan untuk satu ekor sapi hanya Rp 320 ribu dengan penurunan bobot sapi maksimal hanya 8 persen selama perjalanan, bila kapal semakin banyak, maka harga sapi di pasaran lambat laun akan turun, memang tidak bisa langsung turun satu atau dua hari, butuh waktu tapi kami pastikan turun harga di pasaran.

 

Keseluruhan sapi yang diangkut di kapal ternak Cemara Nusantara I sebanyak 500 ekor sapi itu melewati Pelabuhan Tenau (Kabupaten Kupang, NTT) dan Pelabuhan Waingapu‎ (Kabupaten Sumba Timur, NTT)

 

Pengiriman 500 ekor sapi melibatkan empat perusahaan yang harus mengatur pengiriman 500 ekor sapi yaitu PT Berdikari (Persero), PD Dharma Jaya, dan dua perusahaan lokal asal NTT, yakni PT HD‎ dan PT Glori.

 

Amran juga menilai bahwa harga di tingkat peternak sapi di lima daerah produsen sapi lokal, yakni NTT, NTB, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur terus ditingkatkan hingga Rp 4.000 per kg menjadi Rp 30.000 – 36.000 per kg untuk sapi hidup, sehingga kesejahteraan peternak sapi mengalami peningkatan.

 

Dengan program tol laut yang dicanangkan Presiden Jokowi, diharapkan masyarakat dapat membantu kestabilan harga daging sapi di tingkat konsumen, peternak dapat menerima harga jual sapi yang lebih tinggi, sedangkan produsen juga mendapatkan untung karena ongkos transportasi lebih terjangkau.

Read 106 times Last modified on Kamis, 05 Mei 2016 08:03
Administrator

Mohon maaf atas ketidaknyamanan apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam konten website ini dan Semoga anda dapat memperoleh informasi-informasi yang anda butuhkan di Website ini.

Downloadhttp://bigtheme.net/joomla Joomla Templates